Status Anak Zina Di Akhirat

Kamis, 3 Maret 2005 12:45:54 WIB
Kategori : Anak-Anak Muslim
Sumber : http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=1364

STATUS ANAK ZINA DI AKHIRAT

Oleh
Syaikh Abdullah bin Abdurrahman bin Jibrin

Pertanyaan
Syaikh Abdullah bin Abdurrahman bin Jibrin ditanya : Saya pernah mendengar satu hadits yang maknanya, “Sungguh anak zina diharamkan masuk Surga”. Apakah hadits ini shahih ? Kalau benar, apa kesalahan anak tersebut sehingga harus memikul kesalahan dan dosa orang tuanya ?


Jawaban.
Diriwayatkan dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah, ia berkata : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Artinya : Anak zina itu menyimpan 3 keburukan” [Hadits Riwayat Ahmad dan Abu Daud]

Sebagian ulama menjelaskan, maksudnya dia buruk dari aspek asal-usul dan unsur pembentukannya, garis nasab, dan kelahirannya. Penjelasannya, dia merupakan kombinasi dari sperma dan ovum pezina, satu jenis cairan yang menjijikkan (karena dari pezina) sementara gen itu terus menjalar turun temurun, dikhawatirkan keburukan tersebut akan berpengaruh pada dirinya untuk melakukan kejahatan. Dalam konteks inilah, Allah menepis potensi negative dari pribadi Maryam dengan firmaNya.

“Artinya : Ayahmu sekali-kali bukanlah seorang penjahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang penzina” [Maryam : 28]

Walaupun demikian adanya, dia tidak dibebani dosa orang tuanya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

“Artinya : Dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain” [Al-An’am : 164]

Pada prinsipnya, dosa dan sanksi zina di dunia dan akhirat hanya ditanggung oleh orang tuanya. Tetapi dikhawatirkan sifat bawaan yang negative itu akan terwarisi dan akan membawanya untuk berbuat buruk dan kerusakan. Namun hal ini tidak selalu menjadi acuan, kadangkala Allah akan mempebaikinya sehingga menjadi manusia yang alim, bertakwa lagi wara’, dengan demikian menjadi satu kombinasi yang terdiri atas tiga komponen yang baik. Wallahu a’alam.

[Fatawa Islamiyah 4/125]

[Disalin dari kitab Fatawa Ath-thiflul Muslim, edisi Indonesia 150 Fatwa Seputar Anak Muslim, Penyusun Yahya bin Sa’id Alu Syalwan, Penerjemah Ashim, Penerbit Griya Ilmu]

2 Balasan ke Status Anak Zina Di Akhirat

  1. joesatch mengatakan:

    kok aku ndak setuju ya…
    dari dulu prinsipku ttg islam tetap:
    islam tidak mengenal dosa waris.
    semua bayi lahir dalam keadaan bersih!

  2. abiyazid mengatakan:

    assalamualaykum waroh matullahi wabarokatuh.

    coba antum/ukhti membacanya lebih sekasama lagi.

    saya kutip lagi:
    Walaupun demikian adanya, dia tidak dibebani dosa orang tuanya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

    “Artinya : Dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain” [Al-An’am : 164]

    Pada prinsipnya, dosa dan sanksi zina di dunia dan akhirat hanya ditanggung oleh orang tuanya. Tetapi dikhawatirkan sifat bawaan yang negative itu akan terwarisi dan akan membawanya untuk berbuat buruk dan kerusakan.

    ——

    benar setiap manusia lahir dalam keadaan suci dan tidak menanggung dosa orang tuanya, berdasarkan sabda Nabi yang mulia shallallahu alayhi wasallam.
    artinya:”barang siapa yang haji karena Allah dan dia tidak mengerjakan rafats (bersetubuh) dan tidak maksiat, niscaya dia akan kembali seperti waktu dia dilahirkan ibunya”(HR Bukhari no. 1521, 1819 dan 1820) dan Muslim dari Abu Hurairoh).

    Maksud Nabi shallallahu alayhi wasallam pada bagian akhir,”….niscaya dia akan kembali seperti waktu dia dilahirkan ibunya” yakni tanpa dosa.
    Ini menunjukkan bahwa setiap anak dilahirkan oleh ibunya suci bersih tanpa dosa sedikitpun juga tidak menanggung dosa oranglain atau tegasnya tidak ada dosa waris.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: