LARANGAN MEMOHONKAN AMPUN UNTUK ORANG-ORANG KAFIR

Pertanyaan: Orang tua saya Non-Muslim, dan keduanya telah mati, bolehkah saya memohonkan ampun kepada Allah untuk keduanya ?

Jawab: Terlarang, yakni haram hukumnya bagi setiap muslim berdo’a memohonkan ampun kepada Allah ‘Azza wa Jalla untuk orang-orang kafirin dan musyrikin walaupun dia orang tuanya sendiri sebagaimana pertanyaan diatas. Baik semasa si kafir tersebut masih hidup maupun setelah matinya.

Yang syar’i, apabila si kafir tersebut masih hidup, maka kita diperbolehkan mendoakannya agar Allah Jalla Dzikruhu memberikan hidayah iman dan Islam kepadanya, bukan untuk memohonkan ampun akan dosa-dosanya.

Kemudian yang syar’i lagi, apabila sikafir tersebut telah mati didalamkekufurannya, maka diperbolehkan menziarahi kubur nya (misalnya kubur orangtuanya yang non-muslim) bukan untuk mendoakannya, tetapi untuk mengambil pelajaran yaitu mengingat kematian.

Firman Allah Jalla wa ‘Ala :

Tidak boleh bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrikin walaupun orang-orang musyrik tersebut adalah kaum kerabat(nya), sesudah jelas bagi mereka , bahwasannya orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka jahannam(QS at-Taubah:113)

Sabda Nabi shallallahu alayhi wasallam:

dari Abu hurairah ia berkata: Rasulullah shallallahu alayhi wasallam telah bersabda: “saya telah meminta izin kepada Allah supaya saya diperbolehkan memintakan ampun untuk ibu saya, tetapi Allah tidak mengizinkan saya. Kemudian saya meminta izin kepada Allah agar saya diperbolehkan untuk menziarahi kuburnya (saja tanpa mendo’akannya), maka Allah telah mengizinkan saya untuk menziarahi kuburnya.” (Hadits Shahih Muslim No. 967, Abu Dawud No. 3234, Nasaa’i No. 2034 dan Ibnu Majah No 1569&1572)

Dalam Riwayat lain bagi Imam Muslim dan Ibnu Majah No 1572,

“Dari Abu Hurairah, ia berkata: Nabi shallallahu alayhi wasallam pernah menziarahi kubur ibunya , lalu beliau menangis maka menangislah para sahabat yang berada disekeliling beliau. Kemudia beliau bersabda (menjelaskan):” Saya meminta izin kepad Allah supaya saya diperbolehkan memintakan ampun untuk ibu saya, tetapi Allah tidak mengizinkan saya. Kemudia saya meinta izin kepada Allah agar saya diperbolehkan menziarahi kuburnya (saja tanpa mendoakannya), maka Allah mengizinkan saya untuk menziarahi kuburnya. Maka ziarahilah kubur-kubur, karena sesungguhnya ziarah kubur itu akan mengingatjkan kamu kepada kematian. [1]

Kemudian hadits shahih ini:

Berkata Abu Hurairah: Thufail bin Amr Ad Dausiy bersama para sahabatnya datang menemui Nabi shallallahu alayhi wasallam lalu mereka berkata: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya (suku) daus telah durhaka dan menolak (da’wah Islam) maka berdo’alah kepada Allah akan kebinasaan mereka!”

Maka orang-orang pun mengira pasti (suku) Daus akan binasa (disebabkan do’a Nabi shallallahu alayhi wasallam).

(Tetapi) beliau berdo’a:”Ya Allah berikanlah hidayah (Islam) kepada (suku) Daus, dan datangkanlah mereka (kepada kami dalam keadaan muslim) (HR Bukhari No.2937, 4392,& 6397 dan Muslim 2524)

Foot Note

[1] Tambahan dalam kurung (lihat lafazh hadits) dari riwayat Nasaa’i dan Ibnu Majah

Disalin dari kitab Al-Masaa’il Jilid 7

Satu Balasan ke LARANGAN MEMOHONKAN AMPUN UNTUK ORANG-ORANG KAFIR

  1. AhmadIqbal mengatakan:

    alahmadulillah….,artikel yang bermaanfaat.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: