APAKAH DIMAKRUHKAN LAKI-LAKI MENGENAKAN BUSANA MERAH ?

Disalin dari kitab Shahih Fikih Sunnah Abu Malik Kamal bin As-Sayyid Salim, dikomentari oleh Syaik Nashiruddin Al- Albani. Syaikh Abdul Aziz bin Baz dan Syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin Pustaka Azzam 3/23.

Para ulama berbeda pendapat tentang hukum memakai busana merah bagi laki-laki. Al Hafidz menyebutkan sedikinya tujuh pendapat ulama seputar masalah ini. Akan tetapi pendapat mereka itu dapat dirangkum menjadi dua:

Pendapat pertama :

Hukum mengenakan pakaian merah adalah makruh. Pendapat ini dikemukakan oleh kalngan Hanafi dan Hanbali. Mereka menyandarkan pendapt ini pada dalil-dalil berikut:

1. Hadits yang diriwayatkan oleh Al Barra’ bin Azib, dia berkata: “Nabi pernah memerintahkan kami tujuh perkara dan melarang kami dari tujuh perkara. Kemudian beliau menyebut salah satu diantarnya: duduk diatas bantalan berwarna merah.“(HR Bukhari dan Muslim). Dalam riwayat lain dari Imran bin Hushain, “Nabi melrang duduk diatas bantalan sutra“(HR Tirmidzi)

Dalil ini dibantah sebab dlil ini lebih spesifik dari persoalan diatas –mengenakan pakaian merah-. Hadits ini menerangkan tentang larangan duduk diatas bantalan berwarna merah. Dengan demikia, hadits ini tidak dapat dijadikan sebagai dalil untuk melarang perkara lainnya. Sebab Nabi shallallahu alayhi wasalamsendiri pernah mengenakan pakaian berwarna merah. Ada kemungkinan larangan disini hanya karena alasan orang-orang non Arab yang membuat bantalan dari sutra.

2. Hadits yang diriwayat dari Abdullah bin Amr radiallahuanhu. dia berkata, “Seseorang laki-laki mengenakan pakaian merah pernah melintas dihadapan Nabi sambil mengucapkan salam, lalu beliau tidak menjawabnya“(HR Tirmidzi dan Abu Dawud).

Status Sanad diats masuk dalam kategori Dha’if

3. Hadits yang diriwayatkan dari salah seorang wanita dari bani Asad, dia berkata, “Pada suatu hari saya bersama Zainab, isteri Nabi,. Ketika itu kami mewarnai pakaian Zainab dengan warna merah. Tidak lama berselang Nabi shallallahu alayhi wasalam datang dan melihat apa yang kami kerjakan. Tatkala beliau melihat pakian yang dilumuri warna merah, beliau pergi. Ketika Zainab melihat pakaian itu, dia sadar kalau beliau shallallahu alayhi wasalam tidak suka dengan apa yang dia lakukan. Kemudian Zainab mengambil dan mencuci pakian itu sampai warna merahnya hilang. Tidak lama kemudian Nabi shallallahu layhi wasalam datang, beliau tidka melihat pakaian itu lagi, maka beliau masuk” (HR Thabrani)

Status Hadits diatas dha’if.

Pendapat kedua

Boleh mengenakan pakaian yang berwarna mera. Pendpat ini dikemukakan oleh madzhab Maliki dan Syafi’i. Mereka menyandarkan pendapat ini pada dalil-dalil berikut:

1. Hadits yang diriwayatkan oleh Barra’ bin Azib, dia berkata, “Nabi pernah terserang demam. Ketika itu aku melihat beliau mengenakan pakaian merah. Sungguh aku belum pernah melihat busana sebagaus itu“(HR Bukhari).

2. Hadits yang diriwayatkan dari Jabir bin Samrah radiallahuanhu, dia berkata “Aku pernah melihat Nabi shallallahu alayhi wasalam saat malam purnama. Aku memandangi Rasulullah shallallahu alayhi wasalam yang mengenakan pakaian merah dan memandangi rembulan. Menurutku beliau lebih baik dari rembulan itu“(HR Tirmidzi, An Nasa’i, Abu Ya’la dan Al Hakim)

Kelompok pertama membantah dalil ini, sebaba pakaian meraeh yang dikenakan Nabi Shallallahu alayhi wasalam bukanlah merah murni, tapi sudah dikombinasi warna lain.

Pendapat Yang rajih

Dua dalil pertam yang dikemukakan oleh kalangan yang menganggap makruh bukan dalil yang kuat. Menurut hemat penulis, hukum mengenakan pakaian merah adalah boleh. Namun tidak memakai pakaian warna merah murni adalah lebih baik dan lebih hati-hati. wallahu ‘alam

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: