SYUBHAT DUA GADIS KECIL YANG BERNYANYI DISISI ‘AISYAH PADA HARI ‘IED

Syubhat:

Cukuplah dalil yang mendukung pendapat kami (Pecinta musik) dalam bab ini apa yang telah masyhur dan telah dikenal semua orang, baik dari kalangan awam maupun khusus, sebuah hadits yang bercerita tentang dua gadis kecil yang bernyanyi dirumah ‘Aisyah – radiallahuanha- dengan apa yang dilantukan oleh orang-orang Anshar dihari bu’ats (dahulu), lalu hal itu diingkari oleh Abu Bakar , ia berkata: ‘Pantaskah nyanyian syetan di Rumah Rasulullah ?’ Rasulullah menjawab: ‘Biarkan mereka wahai Abu Bakar sebab masing-masing umat ada hari besarnya, dan sekarang adalah hari besar kita’.

Jawaban

Hadits diatas merupakan hujjah untuk membantah kalian (pecinta musik). Sebab Abu Bakar Ash-Shiddiq  menamakannya dengan nyanyian syetan, dan Rasulullah  tidak mengingkari perkataannya itu dan beliau mengizinkan kedua gadis kecil itu menyanyi. Sebab keduanya masih kecil belum mukallaf dan belum baligh. Mereka berdua tengah bergembira merayakan Hari Ied dengan melantunkan nyanyian-nyanyian Arab. Terutama untuk anak-anak kecil dirumah gadis yang masih belia (‘Aisyah). Syair yang dilantunkan juga syair Arab yang bercerita tentang keberanian, ahlak yang mulia, celaan terhadap sikap pengecut dan ahlak yang jelek. Namun begitu, Abu Bakar Ash-Shiddiq  menyebutnya sebagai nyanyian syetan.

Demi Allah sangat mengherankan! Bagaimana mungkin nyanyian syetan sebagai bentuk taqarrub dan ketaatan untuk mendekatkan diri kepada Allah, bagaimana mungkin karamah dapat diraih melalui nyanyian syetan. Dan bagaimana mungkin menaikkan dan memuliakan martabat orang yang mendengarkannya untuk memuaskan jiwa. Sangat jauh perbedaannya antara nyanyian syetan yang mereka gandrungi itu dengan yang dilakukan oleh kedua gadis kecil tersebut, bagaikan perbedaan timur dan barat.

Nyanyian dibolehkan pada kesempatan-kesempatan tertentu seperti, acara walimah bagi kaum wanita dan anak-anak dengan syarat tidak diiringi alat-alat musik yang diharamkan.

Contoh lain:

Kisah Umar bin al-Khaththab  yang masuk menemui Rasulullah  sehingga membuat lari para gadis kecil yang sedang bernyanyi serta membunyikan rebana-rebana mereka. Rasulullah  bersabda:

Setiap kali syetan melihatmu melalui satu jalan pasti dia mengambil jalan lain selain jalan yang engkau lalui” (HR Bukhari, Muslim, An-Nasa’i)

Rasulullah  mengabarkan bahwa syetan lari bersama gadis itu. Ini menunjukkan bahwa bahwa syetan hadir bersama mereka dan ikut lari bersama mereka. Rasulullah  juga membenarkan perkataan Abu Bakar Ash-Shiddiq  bahwa nyanyian itu adalah seruling syetan! Rasululullah  juga mengabarkan bahwa syetan lari dari Umar  ketika para wanita itu lari darinya. Dapat diketahui bahwa perbuatan mereka itu berasal dari syetan. Hanya saja hal itu dibolehkan bagi hamba yang lemah akal seperti wanita dan anak-anak. Agar syetan tidak menyeret mereka kepada hal-hal yang dapat merusak mereka. Sebab tidak mungkin memalingkan mereka dari seluruh perkara bathil yang dituntut oleh tabiat mereka selaku insan yang lemah. Sesungguhnya syariat ini diturunkan untuk mendatangkan maslahat dan menyempurnakannya. Menghapus mafsadat atau menguranginya.

Diambil dari “Noktah-Noktah Hitam Senandung Syetan” hal.254 Karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyah

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: