LAMARAN DAN HUKUM-HUKUM YANG BERKAITAN DENGANNYA [Bag 3]

G. Apakah Batasan Lamaran Yang di Haramkan ?

Para ulama telah sepakat mengharamkan lamaran terhadap wanita yang sudah dilamar oleh seorang muslim. Hal ini berlaku jika pihak wanita jelas jelas telah setuju dengan lamaran tersebut, dan sipelamar tidak menginzinkannya dilamar oleh orang lain serta tidak meninggalkannya. Disamping itu, sipelamar kedua benar-benar mengetahui mengenai lamaran pelamar pertama dan telah mendapat persetujuan.

Kalangan Madzhab Hanbali tidak mensyaratkan adanya persetujuan terhadap lamaran tersebut secara terang-terangan. Mereka menyatakan bahwa persetujuan atas lamaran tersebut cukup dengan sindiran dan ini sudah cukup untuk melarang seorang melamar diatas lamaran orang lain. Pendapat senada juga dikemukakan oleh imam Syafi’i –rahimahumullah– dalam salah satu riwayat dari pendapatnya. Barangkali madzhab ini menyandarkan pendapat mereka ini pada hadits Nabi r,

Dan izin (Seorang perawan) adalah diamnya.”

Dengan demikian, sikap diamnya merupakan tanda persetujuannya!

Sedangkan kalangan ulama Madzhab Syafi’i –sesuai pendapat yang paling shahih dikalangan mereka-, Hanafi dan Maliki –rahimahumullah– berpendapat bahwa jawaban pihak wanita yang dilamar dengan kata-kata sindiran tidak mengharamkan orang lain untuk melamarnya. pendapat ini mereka sandarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Fatimah binti Qais ketika melaporkan kepada Nabi r bahwa dirinya dilamar oleh Abu Jahm t dan Mu’awiyah t. Akan tetapi Nabi r justru memerintahkan Fatimah binti Qais menikah dengan Usamah –hadits yang menjelaskan perkara ini sudah berunlangkali disebutkan-. Menurut mereka “Nabi r tidak mengingkari perbuatan Fatimah dengan adanya lamaran atas lamaran yang lain, bahkan Nabi r justru memerintahnya menerima lamaran Usamah.”

Berbeda halnya dengan pendapat kalangan madzhab Maliki. Mereka mensyaratkan haramnya lamaran atas lamaran orang lain apabila wanita yang dilamar atau walinya percaya dan rela pada pelamar pertama yang bukan seorang fasik.

Abu Malik bin As-Sayyid Salim berkata:

Pendapat yang paling argumentatif adalah pendapat yang mengharamkan lamaran atas lamaran orang lain jika seseorang telah mengajukan lamaran kepada wanita dan lamarannya telah diketahui oelh orang lain. Ketika itu seseorang tidak boleh mengajukan lamaran kepada wanita tersebut, kecuali dia mengetahui pihak wanita yang dilamar tidak menerima lamaran pelamar pertama atau pelamar pertama mengizinkan atau meninggalkannya. Pendapat ini dikemukakan oleh Abu Muhammad bin Hazm dan pedapat yang dipilih oleh imam Syaukani. Pendapat ini disandarkan oleh sebuah hadits yang diriwayatkan pada ibnu Umar tentang kisah Umar Ibnu Khaththab t yang pernah menawarkan (untuk dilamar) putrinya Hafshah –radiallahuanha– kepada Abu Bakar t dan Utsman t. Ketika itu Abu Bakar mengatakan, “Sebenarnya tidak ada yang menghalangiku untuk menerima tawaranmu, hanya saja aku pernah mengetahui bahwa Rasulullah r pernah menyebut Hafshah (maksudnya menginginkannya). Dengan demikian, namun tidak pantas jika aku sampai membeberkan rahasia Rasulullah r. Tapi sekiranya beliau meninggalkannya (Tidak jadi melamar Hafshah), niscaya aku menerimanya.(HR Bukhari)

Hadits Fatimah binti Qais –radiallahuanha– tidak menyelisihi hadits-hadits yang melarang lamaran atas lamaran orang lain. Dalam riwayat Fatimah binti Qais –radiallahuanha– Rasulullah r hanya memberikan saran beliau dan keputusan finalnya tetap berada ditangannya (Fatimah binti Qais –radiallahuanha-).

Hikmah dibalik larangan melamar atas lamaran orang lain adalah dikhawatirkan akan timbul kebencian, dendam permusuhan diantara sesama muslim.

H. MELAMAR LAMARAN ORANG KAFIR

Apabila sesorang kafir dzimmi melamar seorang wanita ahli kitab dan wanita itu menerima lamaran tersebut. Setelah itu ada seorang muslim yang melamarnya, atau pelamar pertama itu termasuk orang yang tidak mengerjakan shalat –bagi orang yang berpendapat bahwa meninggalkan shalat adalah kafir– atau lainnya. Ada dua pendapat ulama tentang masalah ini:

Pendapat pertama

Seorang muslim boleh melamar atas lamaran tersebut. Pendapat ini dikemukakan oleh Ahmad, Al-Auza’i, Ibnu Mundzir dan al-Khaththabi. Mereka melandaskan pendapat ini dengan sejumlah dalil, diantaranya:

1. Sabda Nabi rSeorang mukmin adalah saudara bagi mukmin yang lainnya. Maka tidak halal baginya melakukan transaksi jual beli diatas transaksi saudaranya, dan tidak boleh melamar lamaran saudaranya hingga dia meninggalkannya(HR Muslim)

2. Pada dasarnya segala sesuatu itu adalah boleh sampai ada ketentuan yang melarangnya. Ketetapan yang ada adalah bahwa larangan melamar atas lamaran orang lain hanya terbatas pada lamaran saudara sesama muslim. Dengan demikian hukum asalnay adalah boleh.

3. Redaksi larangan yang terdapat pada hadits tersebut khusus sesama muslim. Orng kafir dzimmi tidak memiliki kemulian layaknya seorang muslim, karena itu pula seorang muslim tidak wajib menghadiri undangan pernikahan mereka.

Pendapat kedua

Pendapat ini adalah pedapat jumhur ulama, seorang muslim tidak boleh melamar lamaran orang kafir. Bagi mereka tindakan ini dapat melukai perasaan orang kafir (pelamar pertama). Menurut mereka sabda Nabi rSesorang tidak boleh melamar lamaran saudaranya” harus diberlakukan secara umum.

Abu Malik bin As-Sayyid Salim berkata:
“Pendapat yang paling argumentatif adalah pendapat pertama. Ibnu Qudamah mengomentari alasan pendapat kedua yang menafsirkan dan memberlakukan hadits pendapat pertama secara umum, “Jika sesuatu yang disebut secara khusus itu memiliki arti dan menimbulkan hukum tertentu, maka sesuatu itu tidak boleh ditinggalkan. Dan pelaksanaan hukum itu tidak bisa diterapkan tanpa sesuatu tersebut. Persaudaran sesama Muslim mengharuskan untuk menghormati sesama muslim, menjaga hak, perasaan dan berusaha untuk tetap mencintainya

wallahu a’lam

I. MEMINTA PERTIMBANGAN DALAM LAMARAN DAN HUKUM MENYEBUTKAN AIB ORANG YANG MELAMAR

Jika seseorang diminta pendapat tentang keadaan sipelamar atau wanita yang dilamar, maka dia harus bersikap jujur, meskipun harus menyebutkan keburukan si pelamar. Hal ini tidak termasuk ghibah yang diharamkan jika ia bermaksud untuk menasehati, memberi peringatan dam bukan untuk menyakiti hati seseorang. Sebagaimana sabda Nabi r kepada Fatimah binti Qais ketika meminta pertimbangan beliau r

Adapun Abu Jahm adalah orang yang tidak pernah meletakkan tongkat dari pundaknya (kerap memukul perempuan) dan Mu’awiayh adalah seorang miskin yang tidak memiliki harta(HR Muslim, Abu Dawud dan an-Nasa’i)

Agama adalah Nasihat

J. MELAKUKAN SHALAT ISTIKHARAH SEBELUM LAMARAN.

Dianjurkan bagi orang yang melamar maupun wanita yang dilamar melakukan shalat istikharah. Masing-masing dari kedua belah pihak, juga pihak keluarga dianjurkan melakukan shalat istikharah.

K. SESEORANG LELAKI BOLEH MENJADI PERANTARA/MEDIATOR DALAM LAMARAN DAN PERNIKAHAN.

Rasulullah r pernah menjadi perantara bagi Mughist untuk menikahi Barirah. Barirah bertanya kepada Rasulullah r, “wahai Rasulullah, apakah engkau menyuruhku (untuk menerima lamaran mughist) ?” Rasulullah mejawab “Aku hanya membantu.” (artinya sebagai perantara). Barirah pun berkata “Aku tidak menginginkannya“. (HR Bukhari dan Muslim)

Apabila ibnu Umar diminta untuk menjadi perantara lamaran, maka ia mengatakan “Janganlah kalian menyebarkan keburukan orang lain kepada kami. Segala puji hanya bagi Allah dan semoga salam sejahtera senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad r. Sesungguhnya si fulan hendak melamar fulanah, jika kalian setuju menikahkannya, maka segala puji hanya bagi Allah (Alhamdulillah), jika kalian menolaknya, maka Mahasuci Allah Yang MahaTinggi“.

Sebelumnya bagian-2

2 Balasan ke LAMARAN DAN HUKUM-HUKUM YANG BERKAITAN DENGANNYA [Bag 3]

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: